TNI Angkatan Laut Salurkan Bantuan dan Evakuasi Warga Terisolir Korban Banjir 

  • Bagikan
TNI AL Salurkan Bantuan

membaranews.com (Jakata)

TNI Angkatan Laut melaksanakan evakuasi dan droping bantuan kepada masyarakat yang korban banjir yang mengungsi di tenda darurat dan masih terisolir akibat putusnya akses darat di Desa Sumber Urip, Pembayuran Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/2/21).

Lokasi banjir dampak jebolnya tanggul Sungai Citarum di daerah Pembayuran cenderung berarus, dan membahayakan untuk diseberangi. Sehingga untuk mencapai daerah kolompok-kelompok pengungsi ataupun masyarakat yang tinggal di rumah mengharuskan evakuasi dan droping bantuan yang dilaksanakan prajurit TNI AL mempergunakan sekoci karet dan motor tempel, sehingga lebih aman dan cepat menembus lokasi pengungsian warga.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Banjir Wilayah Karawang-Bekasi TNI AL, Kolonel Laut (T) Wahyudin Arief mengatakan, saat ini masih ada tujuh RT di Desa Jaya Laksana yang masih terendam banjir, empat RT di Cangkring hanya bisa diakses melalui jalur air dengan variasi kedalaman satu sampai dua setengah meter yang sebelumnya merupakan sawah

“Sampai dengan hari ini, Satgas Banjir TNI AL telah menyalurkan bantuan berupa bahan makan cepat saji, air mineral, pakaian ganti dan obat-obatan ringan yang disalurkan dari Posko TNI AL Peduli dan Berbagi di Wilayah Desa Jayalaksana, Cabang Bungin Bekasi dengan tetap berkoordinasi langsung dengan perangkat desa setempat,” lanjutnya

TNI AL sebelumnya telah mengirimkan bantuan melalui program TNI AL Peduli dan Berbagi untuk korban terdampak banjir di wilayah Karawang-Bekasi yang dilepas langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono di Kolinlamil Jakarta bersamaan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan  kepada korban bencana alam di daerah lainnya.

Sementara Itu, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada) Laksda TNI Abdul Rasyid K dalam keterangannya mengatakan, sampai saat ini Koarmada I masih tetap menyiagakan personel beserta perlengkapan kedaruratan banjir dan tergabung dalam Satgas Bantuan Banjir di Karawang-Bekasi TNI AL.

“Meskipun debit air perlahan mulai surut, beberapa KK di Dusun Cangkring yang merupakan wilayah terdampak banjir masih mencoba bertahan di tanggul sungai yang dijadikan pengungsian. Mereka membawa serta keluarganya masih bersiteguh untuk tidak dievakuasi, karena harus mengurus hewan ternak yang menjadi sumber kehidupan mereka sehari-hari,” papar Pangkoarmada I.

Dengan kondisi seperti tersebut, Satgas Banjir TNI AL tetap menyiagakan sekoci karet apabila sewaktu-waktu mendapatkan informasi untuk melaksanakan bantuan segera mengevakuasi pengungsi yang masih berusaha bertahan di tanggul sungai yang dijadikan pengungsian.

“Keselamatan jiwa tetap kami utamakan, kami menghargai keputusan warga yang masih bersikukuh bertahan mengungsi di tanggul dengan tetap menyiagakan personel kita di lokasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk segera evakuasi. Harapannya dengan sudah mulai diperbaikinya tanggul di Babakan Bekasi oleh Pemerintah, kondisi air di dusun Cangkring akan segera surut dan warga bisa beraktifitas normal kembali,” pungkas Pangkoarmada I.

TNI AL, Senin (22/2/2021),mengirimkan sedikitnya 798 Prajurit TNI AL yang dilengkapi 88 buah sekoci karet serta membawa bantuan sembako pada empat desa di Bekasi yang terendam banjir akibat Tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi dilaporkan jebol. (chai)

Foto:

Prajurit TNI AL menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Sumber Urip Pembayuran Bekasi, Jawa Barat. (ist)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *