Pengurus PB MABMI Gelar Zikir dan Doa Sambut Tahun Baru 2021.

  • Bagikan

membaranews.com-(Medan)

Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) memaknai pergantian tahun 2020 ke Tahun 2021 dengan menggelar Tasyakur , Zikir dan Do’a di Kantor PB MABMI Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis malam (31/12/2020).

Hadir Ketua Umum PB MABMI Dato’ Seri H. Syamsul Arifin, SE beserta puluhan unsur pengurus  termasuk Pengurus Wilayah MABMI Sumut dan undangan.

Syamsul Arifin dalam amanatnya mengajak segenap komponen bangsa untuk melakukan introspeksi dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa serta menghindari perpecahan.

Khusus kepada umat Islam, Syamsul mengingatkan untuk memperbanyak zikir agar ridho dan rahmat dari Allah diturunkan sehingga umat Islam mampu menghadapi cobaan demi cobaan yang menerpa, seperti wabah Covid 19 segera diangkat dari muka bumi ini.

Menjawab pertanyaan wartawan , Syamsul menyebut acara tasyakur,  zikir dan doa dimaksudkan agar kita ingat kepada Allah,ingat dengan perintah Allah  bahwa berbuatlah baik di atas dunia ini. Sebab, yang tahu kita berbuat baik atau jahat  itu  diri kita sendiri, yaitu Hati.

Allah tidak bisa dibohongi,maka jangan sampai dalam diri kita memiliki konsep mau berbuat baik tapi yang kita lakukan kejahatan,ujarnya.

Walau dosa kita sembunyikan tapi yakinlah Allah maha tahu apa yang kita perbuat.

Berbuat kebaikan atau keburukan,tidak ada yang bisa disembunyikan dari Allah, tambah  Syamsul.

Ustaz Dr. H. Sakhira Zandi dalam tausyiah mengatakan, pergantian tahun adalah momen muhasabah atau instrospeksi diri. Karena itu, hitung-hitunglah diri kita.

“Al-Qur’an mengingatkan, hai orang-orang yang beriman senantiasalah kalian menjaga takwa dan selalu melihat ke belakang. Kalau belum baik maka perbaiki diri, bila ada salah minta maaf ke orang lain, dan bila ada dosa segera minta ampun kepada Allah. Lalu buatlah perencanaan ke depan (akhirat).

Imam Al-Basri mengingatkan, hidup di dunia cuma ada tiga masa yakni masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

Masa depan belum tentu kita dapat menikmatinya. Hari inilah milik kita, maka perbaikilah sekarang juga,” papar Sakhira Zandi yang  memandu pembacaan zikir dan doa bersama.(rul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *