Merawat Khazanah Intelektual di Tengah Covid-19, Mahasiswa Geografi UNIMED Lakukan WEBINAR SIG dan Pemetaan

  • Bagikan

membaranews.com-(Medan)

Kebijakan belajar dari rumah tidak menghalangi Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk tetap produktif mengasah kemampuan intelektualnya.

Minggu (17/5), mereka lakukan seminar via web/Webinar SIG (sistem informasi geografis) dan Pemetaan yang bertemakan : Peran Sistem Informasi Geografis dan Pemetaan dalam Pandemi Covid-19.

Seminar daring ini dibuka Wakil Rektor I UNIMED Dr. Restu, MS bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNIMED Dra. Nurmala Berutu, M.Pd.

Dr. Restu menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, dimana topik yang diangkat sangat sesuai dengan Jurusan Pendidikan Geografi dan Pandemi Covid-19.

Pembukaan Webinar Oleh Wakil rektor I UNIMED Dr. Restu, M.S

Sumatera Bagian Utara sudah mulai zona merah dan masyarakat kurang kesadaran tentang wilayahnya. Jadi bagaimana sistem informasi geografi dimanfaatkan di masyarakat luas.

Justru itu, diharapkan mahasiswa geografi sudah bisa memetakan daerah Covid-19 ini.” ujar Restu.

Restu menekankan pentingnya Sistem Informasi Geografis terhadap pemetaan Covid-19 sehingga masyarakat dapat melihat langsung peta zona merah Covid-19 sehingga membantu mengurangi penyebaran virus corona

Webinar menghadirkan tiga narasumber yaitu M. Ridha Syafii Damanik, S.Pi.,M.Sc Kepala Lab. SIG Pendidikan Geografi UNIMED, Dr. Lili Somantri, M.Si Kaprodi Sains Informasi Geografi Universitas Pendidikan Indonesia, Akbar Muammar Syarif Sekretariat Kebijakan Satu Peta Kemenko Perekonomian.

Seminar yang mengangkat tema permasalahan wabah Covid-19 menarik banyak perhatian akademisi. Dihadiri 170-an peserta terdiri dari berbagai kalangan, yakni Akademisi (Para Dosen di Lingkungan UNIMED, Para Guru dari berbagai wilayah Indonesia), Konsultan, Praktisi, Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia.

Hasil diskusi menyimpulkan pentingnya peran Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam menghadapi pendemi Covid-19.

Melalui SIG dapat dihasilkan Pemetaan Risiko Penyebaran Covid-19, yaitu Peta Bahaya Kerentanan Wilayah terhadap Covid-19 dan Peta Kapasitas Pelayanan Rumah Sakit Rujukan.

Selain itu juga dapat dilakukan Pemetaan Kesiapan Indonesia Bangkit dari Pandemi Covid-19.Yaitu, membutuhkan Peta Tingkat Perkembangan Penyakit, Peta Tingkat Pengawasan Virus, Peta Tingkat Pelayanan Kesehatan, Peta Tingkat Kesiapan Usaha/Sektor Kegiatan dan Peta Respon Publik.

Semua peta-peta tersebut memberi manfaat baik kepada pemerintah sebagai acuan mengambil kabijakan dan kepada masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran wabah.

Panitia seminar Jean Nasution menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan peserta yang berpartisipasi aktif dalam seminar. Harapan saya selaku akademisi yang punya kompetensi dalam melakukan pemetaan dapat mendedikasikan ilmu ditengah wabah yang sedang menimpa bumi pertiwi Indonesia” ujar Jean. (SW)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *