Final OlympiAR 2024, Lima Tim Unggulan Siap Adu Gagasan Pertambangan Berkelanjutan.

  • Bagikan

Wakil Presiden Direktur PTAR Ruli Tanio menjadi salah satu juri menyampaikan ulasannya saat babak final OlympiAR 2022 pada 1 April 2023 di Yogyakarta. (Foto : Istimewa)

Tapanuli Selatan I membaranews.com

Setelah melewati proses penjurian ketat dan menyingkirkan ratusan tim se-Indonesia, kini lima tim terbaik bersaing memperebutkan posisi juara di Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2024.

Lima tim melaju ke babak final yakni 1 tim dari Universitas Jenderal Soedirman, 2 tim dari Institut Teknologi Bandung, 1 tim dari UPN “Veteran” Yogyakarta serta 1 tim dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta.

Rinciannya yaitu Magnesite dari Universitas Jenderal Soedirman, Hornblende dan Petalite dari Institut Teknologi Bandung, Pyrite dari UPN “Veteran” Yogyakarta dan Ulexite dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta.

Yogyakarta didaulat menjadi tuan rumah gelaran final OlympiAR 2024. Bukan tanpa sebab. Selain karena dua dari lima tim finalis berasal dari perguruan tinggi di kota pelajar tersebut, sekitar 25% total pendaftar datang dari Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Penjurian babak final melibatkan para praktisi pertambangan dan akademisi dari berbagai wilayah termasuk dari universitas di Sumatera Utara akan dilaksanakan pada 4 Mei 2024.

Di hari yang sama akan digelar pengumuman pemenang OlympiAR 2024 di mana pejabat tinggi universitas dari para tim finalis, civitas akademika serta jajaran pejabat pemerintahan terkait diundang untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada tim finalis yang akan bertarung hari itu.

Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources (PTAR) Ruli Tanio mengatakan, OlympiAR merupakan wadah yang disediakan Perusahaan untuk membantu mahasiswa se-Indonesia mengejar kedalaman pengetahuan pertambangan berkelanjutan serta mengembangkan kemampuan, keterampilan dan potensi diri.

Ini merupakan komitmen Perusahaan untuk turut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Selamat kepada lima tim terbaik,.para OlympiAR Warrior yang akan mempertarungkan gagasan-gagasan kalian di babak final nanti. Juga selamat kepada 200 tim dari berbagai universitas di Indonesia dari Sumatera hingga Papua yang telah berani mendaftarkan diri ke OlympiAR di akhir tahun lalu,” kata Ruli.

Memasuki babak final, para peserta diberikan waktu 20 hari untuk mempersiapkan materi presentasi mengenai Further Exploration Design, Metalurgical & Processing Conceptual dan Environmental Conceptual & Impact dari data Geokimia di prospek Barani.

OlympiAR merupakan kompetisi bergengsi yang menyasar mahasiswa jurusan Tambang, Geologi, Teknik dan Ilmu Lingkungan se-Indonesia telah dua kali diselenggarakan PTAR pengelola Tambang Emas Martabe bekerja sama dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI).

Seperti tahun sebelumnya, pada OlympiAR 2024 para tim pemenang bakal membawa pulang hadiah ratusan juta rupiah.

Tidak hanya itu, pemenang pertama juga memperoleh kesempatan magang 3 bulan penuh dan dibiayai oleh Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono.mengatakan, OlympiAR kali ini sangat menarik karena selain dari Yogyakarta dan sekitarnya, banyak tim dari tanah Sumatera berani mendaftarkan diri untuk bersaing dan unjuk kemampuan. Sebut saja dari Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Bangka Belitung, Universitas Jambi, Institut Teknologi Sumatera dan Universitas Lampung.

“Tahun ini terjadi peningkatan signifikan jumlah peserta yang mendaftar di OlympiAR sebesar 200% dibandingkan dengan OlympiAR 2022,” sebut Katarina Hardono.

Setelah lolos proses validasi yang ketat, 161 tim dari 28 universitas berhasil mengikuti babak pertama OlympiAR 2024.

“Hingga babak kedua, tim dari Universitas Syiah Kuala sebagai perwakilan peserta dari Sumatera berhasil lolos dalam 20 besar,” terang Katarina.

OlympiAR 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga melatih ketajaman mahasiswa dalam menganalisis potensi sumber daya mineral yang akan dihasilkan melalui studi kasus di area tambang sehingga memperdalam pengetahuan mereka di bidang pertambangan berkelanjutan.

Sebelumnya, OlympiAR perdana berlangsung pada 2022 diikuti 72 tim dari 26 universitas di Indonesia. Tim Magsite dari Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama. Sementara juara kedua diduduki tim Sylvite dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juara tiga ditempati tim Enargite dari UPN Veteran Yogyakarta.

OlympiAR adalah bagian dari E-Coaching Jam (ECJ) Agincourt Resources. Selama 1 dekade diselenggarakan, ECJ telah menjembatani komunikasi lebih dari 5.000 mahasiswa di seluruh wilayah di Indonesia dengan para pakar dari berbagai bidang mulai dari pertambangan, geologi, lingkungan hidup, komunikasi, bisnis, hingga ketenagakerjaan dan keberagaman gender.

Sokong ISMC XIV

Selain menyelenggarakan OlympiAR 2024, pada tahun ini PTAR mendukung pelaksanaan the 14th Indonesia Student Mining Competition (ISMC XIV) diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.

ISMC ialah kompetisi mahasiswa pertambangan berskala internasional mempertemukan 15 tim berbakat dari berbagai universitas di dalam negeri, juga dari Australia dan Malaysia.

Dalam rangkaian kegiatan ISMC XIV, General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis menyampaikan paparan aktivitas operasional Tambang Emas Martabe di depan para mahasiswa.

Menurut Rahmat Lubis, PTAR berkomitmen untuk terus menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan melalui prioritas pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab serta memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat dan ekonomi.

Selain itu lanjut Rahmat, penguatan dan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam dunia tambang turut menjadi komitmen yang dipegang PTAR.

Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan OlympiAR dan dukungan terhadap kegiatan seperti ISMC yang merupakan medium bagi para mahasiswa untuk mempertajam keilmuan yang didapat dari kampus.

“Kami mendukung kompetisi ilmiah bagi mahasiswa sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendorong pengembangan keilmuan bidang pertambangan yang berkelanjutan,” tutur Rahmat. (Borneo/Rel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *