Soal Keluhan Relawan dan Durasi Kerja, SPPG Medang Deras Sampaikan KlarifikasiSoal Keluhan Relawan dan Durasi Kerja, SPPG Medang Deras Sampaikan Klarifikasi


BATUBARA - (Membaranews.com)- Menanggapi pemberitaan yang menyebut adanya dugaan ketidakkooperatifan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medang Deras serta keluhan relawan terkait durasi kerja dalam proses persiapan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak pengelola SPPG Medang Deras perlu menyampaikan klarifikasi agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dipahami secara utuh dan berimbang.
Pihak SPPG menghormati setiap kritik, masukan maupun keluhan yang disampaikan oleh para relawan.
Seluruh masukan tersebut menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di dapur SPPG, khususnya menyangkut pola kerja, pembagian tugas, koordinasi serta kondisi para relawan di lapangan.
Terkait adanya informasi mengenai aktivitas persiapan makanan yang disebut berlangsung hingga 14 jam, hal tersebut tidak benar, semua proses sudah produksi mulai dari penerimaan bahan baku sampai distribusi mengacu pada juknis Badan Gizi Nasional.
Kemudian juga dilihat berdasarkan kondisi operasional dan kebutuhan pelayanan pada hari yang dimaksud.
Pelaksanaan produksi makanan dalam jumlah besar tentu membutuhkan pengaturan waktu, tenaga, bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi yang harus disesuaikan dengan standar operasional yang berlaku.
Namun demikian, pihak pengelola menegaskan bahwa kesehatan, keselamatan dan kenyamanan relawan tetap merupakan hal yang harus diperhatikan.
"Dalam pelaksanaan kerja di SPPG semua relawan memiliki jadwal, dan bidang kerja sesuai dengan penempatan tim, tidak ada jam kerja yang sampai 14 jam, dan saat bekerja sebagai relawan tentunya pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai SOP yang ada, dan jika merasa lelah relawan juga bisa istirahat, dan memang jika kondisi kesehatan kurang baik diperbolehkan pulang, kesehatan relawan sangat kami perhatikan disini, jika relawan tidak sehat maka tidak boleh bekerja," ungkap Suib selaku Kepala SPPG, Selasa (25/8/2026).
Mengenai kekhawatiran terhadap kualitas dan keamanan bahan makanan yang disebut telah dipersiapkan dalam waktu cukup lama, pihak pengelola perlu memberikan penjelasan secara terbuka berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Pengelolaan makanan untuk penerima manfaat merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara serius dengan tetap memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, waktu pengolahan dan proses distribusi.
" Dalam proses produksi makanan kami tentunya menerapkan disiplin sesuai standar keamanan pangan, kebersihan, dan time pengolahan, makanan tersebut di masak sesuai dengan time pemasakan, kemudian sebelum didistribusikan akan dicek kembali dilakukan uji organoleptik, setelah aman maka akan di distribusikan ke penerima manfaat" Ujar Suib menambahkan.
Oleh karena itu, pihak SPPG Medang Deras menyambut baik adanya evaluasi dan pengawasan dari pihak terkait.
Setiap kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pihak pengelola juga mengimbau seluruh pihak agar tidak membangun kesimpulan sepihak sebelum seluruh informasi dan keterangan dari pihak-pihak terkait diperoleh secara lengkap.
Kritik tetap diperlukan, namun penyampaian informasi yang berimbang juga penting agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Ke depan, SPPG Medang Deras berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan terhadap sistem kerja, meningkatkan koordinasi internal serta memastikan pelaksanaan pelayanan berjalan dengan baik, sehingga tujuan Program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai dan memberikan manfaat secara maksimal bagi masyarakat.(Zul).


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda