Breaking News
Memuat breaking news...

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo : Jakarta Tetap Aman

Redaksi
Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 - 3.41 PM WIB
SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo : Jakarta Tetap Aman
Reading Comfort
adjust the font size

Jakarta I membaranews.com

Langkah strategis dipahat SMSI, sebagai salah salah satu konsituten Dewan Pers,yakni mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa.

Program ini bentuk komitmen merawat desa, sebagai manisfestasi merawat NKRI. ‘’Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’kata Ketua Umum SMSI Pusat Drs.Firdaus,M.Si.

Kegiatan ini dilaksanakan di di tengah hiruk pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi stabilitas menjadi sebuah konfirmasi.

‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,’’begitu ucap Hasyim Djoyohadikusumo.

Menurut adik kandung Presiden Prabowowo Subianto ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan Jakarta tetap aman. ‘’Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif.

Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,’’ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada dialog nasional, usai pengukuhan berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa berlangsung khikmat melibatkan lima provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan. ‘’Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,’’kata Firdaus.

Hasyim mengatakan, SMSI ke depan punya tugas dengan tanggung jawab besar. ‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,’’ujar tokoh yang malang melintang di dunia bisnis tanah air.

Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah. Terkait dengan fenomena di atas Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.

Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi dan rekomendasi bagi pemerintah.

‘’Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,’’sebutnya.

Sumbang pikir untuk Pers Indonesia dan

hal hal lain juga disampaikan Hasyim Djoyohadikusumo dan spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI Firdaus yakni kondisi Gedung Dewan Pers sudah tidak representatif.

Menurut Firdaus, gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performasnya.

‘’Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir.

Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,’’kata Firdaus.

Terhadap usulan itu, Hasyim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi. ‘’Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,’’ ujar Hasyim.

Respon cepat Hasyim langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, pakar ekonomi dan Perbankan.

Dialog sangat menarik dan menghadirkan tanggapan kritis dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK.(Rul/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait