Breaking News
Memuat breaking news...

Rico Waas : Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

Redaksi
Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 - 1.02 PM WIB
Rico Waas : Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat
Staf Ahli Wali Kota Medan Adlan menyampaikan sambutan Wali Kota Medan pada Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial.(Foto : Istimewa)
Reading Comfort
adjust the font size

Medan I membaranews.com

Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, penanganan penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas tidak cukup melalui penegakan hukum tetapi harus dibarengi penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan sosial dan ketahanan keluarga.

Narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial dan kemiskinan saling berkaitan sehingga perlu ditangani secara menyeluruh melalui pendekatan berbasis data dan lintas sektor.

“Kalau kita hanya menyelesaikan satu bagian saja tanpa memperkuat bagian yang lain, hasilnya tidak akan maksimal,” kata Staf Ahli Wali Kota Medan, Adlan saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP USU, Rabu (29/7/2026).

Menurut Rico, kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan.Menciptakan keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat memiliki harapan untuk masa depan.Tingkat kemiskinan Kota Medan pada 2025 sebesar 7,25 persen.

Ia menekankan perlindungan generasi muda dari narkoba harus diperkuat mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, rumah ibadah hingga ruang publik. Pemko Medan siap bersinergi dengan BNN, kepolisian, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan.

Kajian BRIDA Medan bersama FISIP USU dilakukan di Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, Medan Area. Kajian disusun tim ahli diketuai Dr. Fernanda Putra Adela, anggota Dr. Arief Marizki Purba, Eka Prahadian Abdurahman.

Hasil penelitian menunjukkan kelima kecamatan masuk kategori Bahaya untuk dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta Waspada untuk kriminalitas.

Medan Johor memiliki tingkat kerentanan tertinggi, dengan 57,5 persen responden berada pada segmen risiko tinggi.Sabu-sabu menjadi jenis narkoba paling dominan diketahui masyarakat, sementara pengaruh teman sebaya menjadi faktor paling dominan mendorong penyalahgunaan narkoba.

Kajian menemukan penyalahgunaan narkoba tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas. Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya prediktor yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kriminalitas.Penelitian juga menemukan hubungan kuat antara defisit kesehatan sosial dan kemiskinan.

Atas temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial secara terpadu melalui penguatan pencegahan narkoba, dukungan ekonomi masyarakat, ketahanan komunitas, dan sinergi lintas sektor.(Rul/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait