Breaking News
Memuat breaking news...

Rico Waas Minta PUD RPH Optimalkan Aset, Kembangkan Cold Storage dan Hilirisasi Produk Daging

Redaksi
Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 - 2.08 PM WIB
Rico Waas Minta PUD RPH Optimalkan Aset, Kembangkan Cold Storage dan Hilirisasi Produk Daging
Wali Kota Medan Rico Waa memberi pengarahan saat rapat Monitoring Evaluasi PUD RPH Medan.(Foto : Istimewa)
Reading Comfort
adjust the font size

Medan I membaranews.com

Wali Kota Medan Rico Waas minta PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki dengan mengembangkan fasilitas cold storage serta hilirisasi produk daging. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah, sehingga tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan dari jasa pemotongan ternak, tetapi juga mampu menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Arahan itu disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi PUD Rumah Potong Hewan Triwulan III di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (28/7/2026). Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan, Dirut PUD RPH, Irwansyah Gultom dan Jajaran direksi PUD RPH.

"Jajaran PUD RPH tidak lagi bersikap pasif dalam mencari peluang usaha dan menginstuksikan direksi aktif menawarkan potensi kerja sama kepada perusahaan-perusahaan di berbagai daerah guna meningkatkan aktivitas bisnis RPH," kata Rico Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi PUD Rumah Potong Hewan Triwulan III di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (28/7/2026).

Rico menekankan tindakan jemput bola.Datangi perusahaan-perusahaan bergerak di bidang daging, tawarkan proposal kerja sama. Kita tidak bisa lagi menunggu peluang datang.

Meski demikian, Rico mengingatkan upaya mencari investor tidak akan memberikan hasil maksimal apabila persoalan internal perusahaan belum dibenahi. Menurutnya, tata kelola organisasi, sistem kerja, hingga standar operasional harus diperkuat terlebih dahulu agar calon mitra memiliki kepercayaan untuk berinvestasi.

Rico menyoroti kondisi pendapatan PUD RPH yang dinilai masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan aset yang dimiliki. Dengan luas lahan mencapai sekitar lima hektare, pendapatan perusahaan saat ini belum mampu menciptakan kondisi keuangan yang sehat.

Berdasarkan data, jumlah pemotongan sapi tertinggi masih berkisar 892 ekor per bulan. Ini belum cukup untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan.

Kalau ingin perusahaan ini benar-benar sehat, jumlah pemotongan harus meningkat beberapa kali lipat. Dengan kondisi sekarang, perusahaan akan stagnan.

"Kita tidak ingin RPH berjalan tetapi perlahan-lahan mati," ujarnya.

Selain meningkatkan volume usaha utama, Rico minta PUD RPH mulai memanfaatkan aset-aset l selama ini belum produktif.Aset tidak mampu dikelola sendiri dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui mekanisme yang sesuai ketentuan, sehingga mampu menghasilkan pendapatan baru bagi perusahaan.

Ia melihat peluang pengembangan kawasan peternakan unggas sebagai salah satu prioritas. Lahan yang disiapkan diminta segera diukur, dilakukan appraisal melalui KPKNL, kemudian ditawarkan kepada investor atau perusahaan yang berminat dengan skema kerja sama saling menguntungkan.(Rul/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait