Pemprov Sumut dan Kemenhub Bahas Langkah Strategis,Target BRT Mebidang Rampung 2027Pemprov Sumut dan Kemenhub Bahas Langkah Strategis,Target BRT Mebidang Rampung 2027


Medan I membaranews.com
Pemprov Sumut bersama Kemenhub RI membahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang). Upaya tersebut dilakukan guna memastikan proyek strategis nasional (PSN) tersebut dapat rampung sesuai target pada tahun 2027.
Pembahasan mencakup pembangunan fisik, kelembagaan, regulasi, hingga skema pembiayaan guna mendukung operasional transportasi publik modern di kawasan Mebidang.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Pj Sekdaprov Sumut Kantor Gubernur, Rabu (10/6/2026) dihadiri Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk MASTRANS Danang Parikesit.
Pemprov Sumut sangat mendukung proyek BRT Mebidang yang merupakan proyek strategis nasional. Program ini untuk mewujudkan transportasi publik perkotaan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan,ujar Sekdaprov Sulaiman Harahap.
BRT Mebidang direncanakan mulai beroperasi tahun 2026 dengan menggunakan armada bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.
Tahap awal operasional, BRT akan melayani 12 koridor. Sebanyak 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sedangkan dua koridor lainnya melayani kawasan Mebidang dan dikelola Pemprov Sumut dan Kemenhub.
Dua koridor yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Sumut meliputi rute Binjai-Medan-Carrefour serta Lubukpakam-Amplas-Simpang Pelangi.
Dinas Perhubungan Sumut optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengatasi berbagai persoalan transportasi di kawasan Mebidang.
Sulaiman mengatakan, tahap awal pengelolaan PSN BRT Mebidang akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Sumut. Selain itu, Pemprov Sumut juga BUMD/PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), yang berpotensi mendukung pengembangan program tersebut.
Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk MASTRANS Danang Parikesit mengatakan, proyek Sistem Transportasi Massal Perkotaan (Mastran Project) yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deliserdang telah berjalan dari sisi pembangunan fisik, seperti halte dan jalur koridor.
Namun masih diperlukan pembahasan lebih lanjut terkait aspek kelembagaan, regulasi, dan pembiayaan mengingat operasional BRT Mebidang juga melibatkan sejumlah pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang.(Rul/R)


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda