Breaking News
Memuat breaking news...

Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Kemanusiaan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026 - 8.13 PM WIB
Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Kemanusiaan
Reading Comfort
adjust the font size

Medan I membaranews.com

Banjir besar melanda Kota Medan tahun 2025 tidak hanya meninggalkan pekerjaan rumah bagi pemerintah, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas kemanusiaan di tengah bencana. Pengalaman itu kini menjadi pijakan pada masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Rico Waas-Zakiyuddin, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sekaligus membangun kolaborasi lebih erat dengan berbagai pihak.

Hal itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin bertemu dengan International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/8/2026).

Zakiyuddin menyampaikan apresiasi kepada IOM membantu Pemko Medan ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu.

Zakiyuddin mengatakan, banjir tersebut menjadi salah satu bencana berskala besar yang menuntut kerja keras pemerintah bersama masyarakat dan berbagai pihak. Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kepedulian dan kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi situasi darurat.

Sesama manusia tetap saling tolong dan membantu.IOM telah membantu Pemko Medan saat bencana banjir tahun lalu,” ujar Zakiyuddin.

Pemko Medan terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi potensi banjir, terlebih memasuki September yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan.

Pemerintah tidak ingin kejadian serupa kembali terulang, apalagi Kota Medan menghadapi bencana besar yang sama selama dua tahun berturut-turut. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan bencana.

Pengalaman banjir tahun lalu juga memperlihatkan sisi kemanusiaan yang kuat dari para pengungsi yang berada di Kota Medan.

Chief of Mission IOM Indonesia Jeffrey Labovitz mengatakan, saat ini jumlah pengungsi di Medan tercatat sedikit di atas 1.000 orang. Jumlah tersebut menurun dibanding sebelumnya mencapai sekitar 2.200 orang.

Para pengungsi berasal dari 15 negara, dengan populasi terbesar berasal dari Afganistan dan Somalia.

Salah satu pengalaman paling berkesan dalam kerja IOM di Medan terjadi ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pengungsi membantu warga terdampak.Mereka ikut membersihkan rumah warga lanjut usia yang tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut secara mandiri.

Ini memperlihatkan, solidaritas dalam menghadapi bencana tidak mengenal latar belakang. Mereka selama ini menerima bantuan juga mengambil bagian membantu masyarakat di sekitarnya.(Rul/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait