Ketika Streotip Negatif Menghasilkan Rasisme : Memicu Konflik, Antar Etnik Dimasa KiniKetika Streotip Negatif Menghasilkan Rasisme : Memicu Konflik, Antar Etnik Dimasa Kini


Di kehidupan masyarakat memiliki berbagai keragaman sebagai unsur kesatuan dan didalamnya ada saling menghargai dan menciptakan keharmonisan antar masyarakat.
Adanya bentuk kesatuan ini menjadikan tali persaudaraan menjadi lebih erat ditengah perbedaan. Perbedaan ini bukan berarti tidak sekehendaknya untuk melakukan stereotip dan rasisme tetapi bagaimana kesatuan itu tetap utuh tanpa terputusnya suatu kebersamaan yang ada. Disisi lain kemungkinan ada salah satu etnis yang menciptakan suatu konflik sehingga dapat menjadikan amarah bagi etnis lain.
Dari berbagai keberagaman ini tentunya kita tidak boleh seenaknya untuk membuat opini atau melakukan penilaian tanpa mempertimbangkan kearifan di tengah masyarakat setempat.
Perbedaan memang pastinya memiliki nilai baik dari aspek ras, suku, budaya maupun adat istiadat yang memiliki nilai tersendiri dan harus disadari.
Penilaian itu sendiri tidak seharusnya dilakukan secara sembarangan karena keberagaman etnik memiliki ciri khas dan mungkin tidak dimiliki etnis lain. Banyak masyarakat melakukan penilaian tanpa mempertimbangkan apa yang dinilainya apakah sesuai atau tidak dari pandangan etnik lain sehingga dapat menimbulkan prasangka buruk antara satu dengan yang lain.
Dengan adanya prasangka buruk maka menimbulkan kesalahan pahaman sehingga adanya kehidup- rukunan dan damai yang berdampingan antar lingkungan akan menjadi hancur.
Selain itu streotip pada masyarakat ini menjadikan kehidupan itu tidak seimbang dan memunculkan kehidupan disharmoni.
Artinya, sikap hidup individual sangat dominan tanpa adanya suatu kehidupan berkelompok antar masyarakat.
Streotip ini membuat seseorang lebih percaya terhadap perilaku dan sifat yang dimiliki orang lain dan sebagian orang memilki pandangan memang telah terjadi prasangka buruk dan tentunya mereka akan terus melakukan diskriminasi dari individu yang berbeda etnis dengan dirinya.
Sebagai bangsa yang kebhinekaan seharusnya ada pemahaman dan penghargaan terhadap keberadaan etnis,adat istiadat, garis keturunan,warna kulit, bahasa,bahkan wilayah daerah setempat yang merupakan warisan dari generasi ke generasi selanjutnya.
Mereka bukan tidak menerima penilaian tersebut,tetapi mereka memegang dan mengikutinya sesuai nilai adat dan kebudayaan yang sudah secara turun temurun.
Streotip bukan hanya pada penilaian budaya atau identitas etnik saja tetapi juga terjadi pada perkembangan media sosial sekarang seperti pada ketersediaan platform yang biasanya dipakai oleh orang lain, dan mereka ingin memberikan pendapat sepuasnya dari komentaran tanpa melihat itu sesuai akan diterima atau tidak.
Bahkan orang cenderung menerima konten atau video bersifat negatif tanpa selektif sehingga berpotensi menimbulkan konflik tanpa adanya verifikasi tentang kebenaran terhadap konten yang beredar.
Dari situlah semakin besar potensi konflik dan tidak mudah untuk diatasi jika tidak ada pembelaan dan pembenaran dan menganggap mereka lebih peduli dsn berpihak pada etnisnya dan ingin menunjukkan kebersamaan identitasnya.
Disisi lain juga ada yang memicu konflik dari rasisme secara langsung dari perlakuan.Ini juga bisa tercipta kebencian ,emosional akibat streotip negatif mempengaruhi prasangka buruk,saling membedakan bahkan terjadinya permusuhan antar etnik diberbagai wilayah.Padahal dengan adanya streotip negatif ini dapat menimbulkan rasis atau tindakan untuk lebih menunjukkan bahwa identitasnya lebih unggul atau lebih baik dari berbagai bentuk keragaman yang ada.****
Penulis :
Aida Martiti Situmorang
Mahasiswa Universitas Medan Area Ilmu Komunikasi


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda