Breaking News
Memuat breaking news...

Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026 - 9.02 AM WIB
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan
Azhari AM Sinik.(Foto : Istimewa)
Reading Comfort
adjust the font size

Medan I membaranews.com

Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) meluruskan opini publik terkait tuduhan penimbunan bahan pangan yang disematkan kepada Perum Bulog Kanwil Sumut.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A.M. Sinik, menegaskan bahwa tuduhan penimbunan 52.000 ton beras dan 1,2 ton Minyakita tidak berdasar serta tidak ditopang oleh data dan fakta lapangan.

Azhari menyayangkan narasi menyesatkan yang dilontarkan anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti dan mendesak pencopotan Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto.

Menurutnya, jumlah stok pangan yang tersimpan di gudang Bulog merupakan bagian dari cadangan pangan pemerintah (CPP) yang sah, terukur, dan dikelola secara transparan untuk menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan masyarakat Sumut.

"Pernyataan tersebut sangat tendensius. Sebagai mitra kerja yang memiliki fungsi pengawasan, semestinya dilakukan penelusuran, inspeksi mendadak (sidak) ke gudang atau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terlebih dahulu untuk memverifikasi data riil, bukan memunculkan spekulasi di media tanpa basis data yang valid," tegas Azhari, Rabu (19/8/2026).

Selama ini, Bulog Sumut di bawah kepemimpinan Budi Cahyanto terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok pangan utama dan aktif mendistribusikan beras SPHP dan Minyakita secara berkala demi mengendalikan inflasi daerah.

LIPPSU mengimbau semua pihak untuk bijak memilah informasi agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat dan mendukung kinerja positif Bulog dalam melayani kebutuhan pangan warga Sumut.(AVID/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait