Breaking News
Memuat breaking news...

Dinas Kominfo Sumut Dorong OPD Bangun Komunikasi Publik Responsif.

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 4.51 PM WIB
Dinas Kominfo Sumut Dorong OPD Bangun Komunikasi Publik Responsif.
Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Harahap membuka Bimbingan Bimtek Pengelolaan Medsos OPD Pemprov Sumut.(Foto : Istimewa)
Reading Comfort
adjust the font size

Medan I membaranews.com

Pemprov Sumut mendorong seluruh pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kolaborasi dalam membangun komunikasi publik yang informatif, responsif dan adaptif terhadap perkembangan digital.

"Dengan sinergi maka informasi pembangunan dan pelayanan publik dapat tersampaikan lebih cepat,mudah diakses menjangkau masyarakat lebih luas,"kata Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Harahap saat membuka Bimtek Pengelolaan Media Sosial OPD Provinsi Sumut di Aula Transparansi Kantor Dinas Kominfo Sumut, Medan, Jumat (10/7/2026).

Media sosial bukanlah sekadar kanal komunikasi tetapi menjadi ruang layanan publik dan media komunikasi pemerintah dengan masyarakat secara real time.

Medsos menuntut respons yang cepat, akurat dan terukur terutama ketika masyarakat menyampaikan pertanyaan, aspirasi maupun keluhan.

Menurut Erwin,konten yang dipublikasikan pemerintah tidak hanya harus menarik tetapi juga akurat, bermanfaat, sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik serta mampu membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengelola media sosial OPD perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi, menangani isu-isu strategis, dan mengantisipasi penyebaran disinformasi.

Bimtek menghadirkan pegiat media sosial Toga Nainggolan yang membahas pengelolaan medsos secara komprehensif, mulai dari strategi menghadapi tren digital hingga membangun interaksi yang organik dengan publik.

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini lebih banyak mengandalkan medsos dibanding media meanstrim atau media cetak,kata Toga.

Data menyebutkan 88,9% penduduk usia dewasa (18 tahun ke atas) menggunakan medsos sehingga platform digital menjadi kanal komunikasi publik yang sangat strategis.

Rata-rata masyarakat menghabiskan waktu hampir 22 jam per minggu atau sekitar tiga jam setiap hari untuk mengakses medsos.

Masyarakat saat ini cenderung lebih menyukai konten ringan dibandingkan konten resmi pemerintah. Disinilah problemnya dan bagaimana informasi pemerintah bisa dikemas sehingga sampai ke masyarakat,sebut Toga.

Saat ini terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam berkomunikasi. Masyarakat ingin cepat dan tidak mau tahu soal teknis.Masyarakat ebih menyukai visual, sudah tidak kuat dengan teks panjang,tidak bisa lagi komunikasi satu arah.

"Publik tak hanya menilai bagaimana pemerintah bekerja tetapi bagaimana berkomunikasi,"katanya.(Rul/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait