Breaking News
Memuat breaking news...

Bobby Nasution : Green Card UNESCO Harus Jadi Dampak Ekonomi Nyata bagi Masyarakat

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 6.56 PM WIB
Bobby Nasution : Green Card UNESCO Harus Jadi Dampak Ekonomi Nyata bagi Masyarakat
Gubernur Bobby Nasution menerima Green Card dari GM Geopark Kaldera Danau Toba Azizul Kholis.(Foto : Istimewa)
Reading Comfort
adjust the font size

Medan I membaranews.com

Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan, status Green Card UNESCO yang berhasil dipertahankan oleh Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Kunci utamanya adalah bagaimana menjadikan label Green Card benar-benar bisa menghasilkan satu nilai tambah yang baik," kata Bobby saat menerima jajaran pengelola TCUGG di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur, Selasa (23/6/2026).

Nilai tambah tersebut adalah kunjungan pariwisata meningkat,masyarakat harus merasakan manfaat ekonominya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat hingga Kaldera Toba berhasil mempertahankan status revalidasi dari UNESCO. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas.

“Rumah kita ini menjadi salah satu jawaban masa depan pariwisata yang menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

GM Geopark Kaldera Toba, Azizul Kholis menjelaskan, hasil revalidasi telah resmi diakui UNESCO dan sertifikat kelulusan sudah diterbitkan. Meski sempat terkendala keberangkatan ke Prancis akibat situasi geopolitik global dan pembatasan penerbangan, legalitas dokumen tersebut kini telah sah diterima.

Azizul memaparkan kesiapan pelaksanaan Geopark Festival serta pengembangan rute perjalanan wisata (Geo-Trail) baru yang akan mulai diterapkan per 1 Juli 2026. Berbeda dari pola perjalanan sebelumnya yang terpusat di kawasan Parapat, kini pengelola menghubungkan klaster wisata kawasan utara dan selatan melalui Haranggaol, Porsea, hingga Simalungun.

TCUGG menyampaikan sejumlah capaian kerja sama internasional, di antaranya program pendanaan pemberdayaan masyarakat termasuk aksi penanaman hampir 2.000 pohon di kawasan kaldera.

Pengelola turut merencanakan pengembangan pola perjalanan wisata internasional terpadu yang menghubungkan Danau Toba langsung dengan Phuket, Thailand. Selain itu, juga dijajaki peresmian pusat studi riset geopark pertama di tingkat Asia yang didukung jejaring pakar global serta Badan Riset dan Inovasi.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai destinasi berkelas dunia sekaligus membuka peluang Sumatera Utara menjadi tuan rumah forum geopark internasional 2029.(Rul/R)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait