Zakiyuddin Harahap Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Siklon Senyar

  • Bagikan

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menyerahkan bantuan korban banjir.(Foto : Kominfomdn)

Medan I membaranews.com

Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan Tahap II Program Bantuan Perbaikan Rumah Rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyar juga diberikan kepada warga terdampak banjir di Kota Medan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap di Gedung PKK Medan,Selasa (3/3/2026)

Tahap II, bantuan menyasar 50 KK dengan total anggaran Rp1.095.000.000. Sebanyak 27 KK kategori rusak ringan menerima Rp15.000.000 per rumah dengan total Rp.405.000.000. Sementara itu, 23 KK kategori rusak sedang menerima Rp.30.000.000 per rumah dengan total Rp.690.000.000.

Program ini sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Medan. Acara penyaluran bantuan dihadiri unsur pengarah BNPB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, camat se-Kota Medan.

Nurhaida Manurung dan suami Maju Simangunsong, warga Jalan Starban, Polonia, Medan salah satu korban terdampak paling parah. Banjir dahsyat menyebabkan dua bangunan milik mereka hanyut, termasuk dapur dan rumah sewa yang sebelumnya dibangun dari pinjaman modal.

Saat ketinggian air mencapai lebih dari dua meter, Nurhaida dievakuasi Tim SAR menggunakan perahu karet ke pengungsian. Sementara suaminya telah 14 tahun menderita stroke dievakuasi ke rumah anaknya di Simalingkar. Dalam situasi tersebut, Nurhaida mengalami cedera kaki akibat terjatuh dari tangga.

“Semua habis. Rumah sewa itu sumber harapan kami. Sekarang tinggal gaji pensiun sekitar Rp.900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan sudah hanyut,” ujarnya .

Bantuan perbaikan rumah dari Pemko Medan menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan usia dan kondisi kesehatan suaminya.

Duka serupa dirasakan warga bantaran Sungai Belawan. Hujan deras akhir November membuat sungai meluap dan menerjang permukiman di Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, menjelang subuh 28 November.
Banjir kiriman kembali datang keesokan harinya dan memperparah kondisi warga.

Mardian Habibie Gultom, warga Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, mengatakan banjir tempo hari ujian berat bagi keluarganya yang memiliki empat anak. Mereka sempat bertahan di lantai dua rumah sebelum akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan.

Tetangganya, Sunarto, sopir perusahaan yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di alamat yang sama, harus menerima kenyataan pahit ketika tembok dan atap rumahnya roboh diterjang arus deras. “Air datang sangat kuat, tiba-tiba tembok jebol dan atap runtuh,” tuturnya.

Ketinggian air mencapai 1,2 hingga 2 meter membuat warga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga, kendaraan, maupun dokumen penting. Warga sempat mengungsi ke SMP Negeri 40 Medan meskipun lokasi tersebut juga terdampak banjir setinggi sekitar satu meter.

Mardian dan Sunarto menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas bantuan mereka terima. Mardian mengaku perhatian pemerintah membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah, sedangkan Sunarto berharap proses perbaikan rumah dapat segera tuntas agar keluarganya kembali tinggal dengan aman dan nyaman.(Rul/R)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *