Wali Kota Medan menyerahkan beasiswa sebagai klaim santunan kecelakaan kerja.(Foto : Kominfomdn)
Medan I membaranews.com
Komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat jaring pengaman sosial kembali ditegaskan Wali Kota Rico Waas melalui peluncuran Upgrade New Empowering Kepala Lingkungan dan OPD Pemko Medan bersama BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Grand Central,Rabu (25/2/2026).
Program ini dinilai strategis karena langsung menyasar perlindungan pekerja informal sekaligus mencegah munculnya keluarga miskin baru.
Wali Kota menegaskan kolaborasi pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan upaya konkret menjamin masa depan masyarakat.
Ia menjelaskan manfaat kepesertaan sangat besar, mulai dari pembiayaan kecelakaan kerja hingga santunan kematian bahkan beasiswa pendidikan anak sampai kuliah jika peserta terdaftar minimal tiga tahun.
“Pemerintah tidak ingin muncul persoalan sosial baru akibat kepala keluarga meninggal dunia tanpa perlindungan.Maka pemberdayaan kepala lingkungan menjadi ujung tombak sosialisasi dan rekrutmen peserta di tingkat warga,” kata Rico dalam kegiatan yang dihadiri Kepala BPJS Medan Kota Jefri Iswanto, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala lingkungan se-Kota Medan.
Rico menyebut, tahun lalu setiap kepling ditargetkan mendaftarkan 25 peserta. Hingga 24 Februari 2026, dari target 50.025 peserta, realisasi mencapai 40.435 orang atau 80,83 persen dari total 2.001 lingkungan. Bahkan, ada kepala lingkungan berhasil mendaftarkan hingga 300 peserta.
“Target tersebut akan ditingkatkan menjadi 50 peserta per kepala lingkungan,” ujarnya
Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut , I Nyoman Swarjaya memastikan biaya perawatan kecelakaan kerja dapat ditanggung penuh tanpa batas nominal selama sesuai ketentuan. Hal ini menjadi bukti pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Wali Kota menyerahkan secara simbolis beasiswa dan klaim santunan kepada ahli waris peserta.Hingga kini tercatat 1.915 warga telah menerima manfaat beasiswa pendidikan dari program tersebut.
Wali Kota menegaskan keberlanjutan program menjadi prioritas karena pelayanan publik sejatinya merupakan interaksi langsung pemerintah dengan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kota, BPJS Ketenagakerjaan dan perangkat daerah terus diperkuat agar perlindungan pekerja meningkat sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik.
“Ini bukan hanya program tetapi ikhtiar memastikan masa depan masyarakat lebih terjamin dan risiko sosial dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.(Rul/R)











