Pemerintah Percepat Bangun Jembatan Daerah Terdampak Bencana

  • Bagikan

Aspemkesra Setdaprovsu Basarin Yunus Tanjung bersama BPBD Sumut melakukan Konferensi Pers terkait Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Sumut. (Foto : Istimewa)

Medan I membaranews.com

Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap berjalan.

Upaya percepatan dilakukan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal, khusus di wilayah selama ini memiliki akses terbatas.

“Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, sekarang sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali pada tanggal 11 dan 16 Februari lalu maka ada satu jembatan yang kembali bergeser dan mengalami kerusakan kita perbaiki kembali,” kata Aspemkesra Sumut Basarin Yunus Tanjung dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur.Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (25/2/2026).

Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Sumut menjelaskan, wilayah dengan akses terbatas tersebut bukan terisolir. Wilayah itu masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan berjalan kaki.

Namun, untuk kendaraan roda empat, akses baru dapat dilalui setelah dilakukan perbaikan jalan dan jembatan.

Pembangunan jembatan di desa-desa dengan akses terbatas dilakukan bekerja sama dengan TNI.Berdasarkan data pembaruan Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026, wilayah dengan akses terbatas terdapat di dua kabupaten, yakni Kabupaten Taput dan Kabupaten Tapteng.

Di Taput, wilayah terdampak berada di dua kecamatan dan empat desa, yakni Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan dengan desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, Huta Julu Parbalik.

Di Tapteng, wilayah dengan akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring, Desa Sibio-bio.

“Kita melakukan penggalian timbunan di sepanjang jalan desa tersebut dan jembatan yang rusak diperbaiki,” kata Basarin.

Jembatan dibangun merupakan jembatan rampo, yakni jembatan dengan model konstruksi berbahan besi, dilengkapi plat untuk temboknya, lalu bagian atasnya ditimbun tanah.

“Ini sedang kita bangun bekerjasama dengan TNI bahan materialnya dari Pemprov dan peralatannya dari TNI, mudah-mudahan nanti sudah bisa dilalui roda empat untuk mengangkut stok makanan,” ujar Basarin.

Mengingat banjir kembali terjadi 11 dan 16 Februari, Pemprov Sumut melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Upaya ini dilakukan agar penyebaran curah hujan tidak terkonsentrasi di satu titik.

Basarin juga memaparkan pembaruan data kebencanaan di Sumut. Masyarakat terdampak bencana tercatat sebanyak 479.047 KK atau 1.803.725 jiwa. Pengungsi berjumlah 909 KK atau 3.506 jiwa, meninggal dunia 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan hilang 40 jiwa.(Rul/R)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *