Dirut PT INALUM Melati Sarnita Menyampaikan Progres dihadapan Komisi VI DPR RI.(Foto : Istimewa)
Kalimantan Barat I membaranews.com
PT INALUM memaparkan perkembangan pembangunan proyek Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan berlangsung di Kota Pontianak 12 Februari 2026 tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI terhadap program hilirisasi pertambangan nasional, khusus pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium di Kabupaten Mempawah.
Dalam pertemuan tersebut, INALUM menyampaikan progres pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, aluminium yang ditargetkan menjadi penguatan rantai industri aluminium nasional dari hulu hingga hilir.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyampaikan optimisme proyek tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pengembangan industri aluminium nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimistis integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina hingga pengolahan aluminium akan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi masa depan industri aluminium nasional,” ujar Melati, Selasa (3/3/2026).
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen DPR RI dalam mengawal agenda hilirisasi mineral di Indonesia.
Komisi VI DPR RI ingin memastikan proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, aluminium di Mempawah berjalan sesuai target, tepat waktu serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Selain memantau progres pembangunan, kunjungan kerja ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi percepatan proyek, mulai dari aspek teknis, regulasi hingga dinamika global di sektor industri aluminium.
Melalui dialog antara DPR RI, pemerintah, dan pihak industri, diharapkan berbagai tantangan tersebut dapat diantisipasi sehingga proyek hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat dapat berjalan optimal serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.(mkb)
