PT NSHE dan USU Tandatangani MoU Pengembangan Proyek PLTA Batang Toru Berkelanjutan

  • Bagikan
Direktur Urusan Luar PT NSHE Fauzi Leilan (dua kiri) dan Rektor USU Muryanto Amin (dua kanan) saat menandatangani MoU dihadiri Bupati Tapsel Dolly Pasaribu (kiri), Selasa (25/7/2023). (Foto : Istimewa)

Medan I membaranews.com

 

PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dan Universitas Sumatera Utara (USU) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melakukan kerja sama strategis dalam hal pendampingan, pengkajian dan penerapan teknologi serta pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung pengembangan korporasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang berkelanjutan di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru.

Penandatanganan MoU pada Selasa (25/07/2023) di ruang Aula/Meeting Rektorat USU ini mencerminkan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk bersama-sama memajukan proyek PLTA Batang Toru dengan menggabungkan pengetahuan, pengalaman dan sumber daya yang dimiliki oleh PT NSHE dan keunggulan akademis dari USU.

Hadir Rektor USU Muryanto Amin dan jajaran, Bupati Tapsel Dolly Pasaribu dan jajaran, Direktur Urusan Luar PT NSHE Fauzi Leilan dan jajaran.

Poin-poin utama tercakup dalam MoU yakni pertama, Pendampingan, Pengkajian dan Penerapan Teknologi. PT NSHE dan USU akan saling bekerja sama dalam menerapkan teknologi terkini yang berkelanjutan dalam operasional PLTA Batang Toru. USU akan memberikan panduan teknis dan saran ahli yang berhubungan dengan pengembangan teknologi terbaru di sektor energi dan kelistrikan.

Kedua, Pendidikan dan Pelatihan. PT NSHE dan USU sepakat untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan PT NSHE yang terlibat dalam proyek PLTA Batang Toru. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek dan memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan.

Ketiga, Penelitian Kolaboratif. Kedua belah pihak akan merangkul penelitian bersama dalam berbagai aspek teknologi energi terbarukan, manajemen lingkungan dan pembangunan berkelanjutan yang berhubungan dengan PLTA Batang Toru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan PLTA Batang Toru dan mendorong inovasi dalam sektor energi.

Keempat, Pengabdian kepada Masyarakat. PT NSHE dan USU berkomitmen untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekitar area proyek. Melalui program-program ini, akan dilakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memberdayakan ekonomi lokal dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya energi terbarukan.

Direktur Urusan Luar PT NSHE Fauzi Leilan mengatakan, perusahaan optimis dengan potensi kerja sama ini. MoU dengan USU akan memberikan dukungan yang sangat berarti bagi proyek PLTA Batang Toru.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat jangka panjang dan berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar area proyek PLTA Batang Toru melalui beberapa program kerja kami,” ucap Fauzi.

Rektor USU Muryanto Amin menyambut baik penandatanganan MoU antara PT NSHE dengan USU ini. Peran USU sebagai mitra akan didasarkan pada pengalaman luas dibidang penelitian, pendampingan serta pengkajian yang diharapkan dapat berkontribusi secara holistik dalam pengembangan internal PT NSHE, melampaui batasan penerapan teknologi semata.

MoU ini juga diharapkan menjadi landasan kuat bagi PT NSHE dan USU untuk mencapai tujuan bersama dalam memajukan proyek PLTA Batang Toru serta berkontribusi positif dalam pengembangan sektor energi terbarukan di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel).

PLTA Batang Toru kapasitas 510 MW merupakan salah satu progam Pemerintah Republik Indonesia melalui PT PLN (Persero) guna memenuhi kebutuhan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di Sumatera.

Pembangunan PLTA ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan bauran energi terbarukan ramah lingkungan dengan target mencapai 23% di tahun 2025.

Proyek ini juga merupakan wujud kerjasama erat antara Pemerintah RI dan RRC melalui PJBI dan SDIC Power yang merupakan bagian dari group usaha PT PLN (Persero) dan SDIC Group yang merupakan dua BUMN besar dari masing-masing negara.

Dengan mensinergikan seluruh sumberdaya dimiliki maka PLTA Batang Toru dibangun dan dioperasikan dengan standar kelas dunia sehingga menjadi pembangkit listrik yang handal untuk menopang sistem kelistrikan di Sumatera. (Borneo/Rel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *