membaranews.com (Medan)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengikuti prosesi pemakaman putra Anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu meninggal dunia, Sabtu (9/4/2022).
Edy Rahmayadi bersama keluarga Gus Irawan sudah berada di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu pagi (10/4/2022) pukul 06.00 WIB. Dengan wajah duka, Edy Rahmayadi dan keluarga Gus Irawan menanti jenazah Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu.
Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu adalah anak kandung Gus Irawan Pasaribu, meninggal dunia di Semarang, Sabtu (9/4/2022), kemudian keesokan harinya jenazah diterbangkan ke Bandara Internasional Kualanamu. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka, Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah, Medan.
Jenazah kemudian disholatkan di Masjid Al-Musabbihin, Perumahan Taman Setia Budi Indah usai Zuhur. Masjid Al-Musabbihin dipenuhi jemaatbahkan beberapa orang harus sholat di teras.
Selain Edy Rahmayadi, tokoh-tokoh terlihat ikut mensholatkan jenazah Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Walikota Medan Bobby Nasution, Anggota DPRD Sumut, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Edy Rahmayadi tidak melewatkan satupun prosesi pemakaman. Terus mendampingi Gus Irawan dan keluarga hingga ke pemakaman di Pemakaman/Perkuburan Warga Muslim Taman Setia Budi Indah Sunggal.
Edy Rahmayadi turut berduka atas meninggalnya Putra Ahmad Syarif Irawan. Edy Rahmayadi berharap Gus Irawan merupakan Anggota Komisi XI DPR RI dan keluarga bersabar dan mengikhlaskan kepergian Putra Ahmad Syarif Irawan.
“Saya dan keluarga turut berduka atas meninggalnya Putra Ahmad Syarif Irawan bin Gus Irawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan ikhlas, semoga amal ibadah anak kita ini diterima Allah SWT dan ditempatkan ditempat terbaik,” ucap Edy Rahmayadi.
Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu meninggal dunia di Rumah Sakit Telogerejo, Semarang di usia 30 tahun karena sakit sudah cukup lama diidap almarhum. Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu sempat menjalani pengobatan di RS Colombia Asia Medan sebelum ke RS Telogerejo.
Prasetyo Hadi Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotan (OKK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra berharap keluarga yang ditinggal ikhlas dan tabah. “Saya sangat mengetahui bagai mana keluarga almarhum berjuang sekuat tenaga melakukan pengobatan adinda kita ini. Perjuangannya kini telah usai, kita di sini belum tentu bisa seperti almarhum, mudah-mudahan almarhum husnul khotimah,” kata Prasetyo. (Rul)











