membaranews.com.(Medan)
Angka kemiskinan di Sumatera Utara bisa diredam dalam dua tahun dilanda Covid-19. Secara nasional persentase kemiskinan Sumut berada peringkat 18 secara nasional berdasarkan data BPS Semester II (September) 2021.
Tahun 2021, persentase kemiskinan di Sumut Semester I (Maret) 2021 sebesar 9,01% , menurun ke angka 8,49% di Semester II (September). Bila menggunakan data kependudukan BPS 2021, berarti ada sekitar 1.268.079 penduduk miskin di Sumut.
“Secara nasional posisi Sumut di 18 berada di bawah persentase kemiskinan nasional sebesar 9,71%,” kata Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait, Minggu (26/6/2022).
Dalam melihat kemiskinan menurut Naslindo, persentase menjadi acuan utama, bukan jumlah penduduk miskin. Hal ini dilihat dari daerah dengan jumlah penduduk sejalan dengan jumlah penduduk miskin.
“Tidak fair melihat kalau lihat dari jumlahnya, sudah pasti provinsi dengan jumlah penduduk besar, jumlah penduduk miskinnya juga besar,” sebut Naslindo.
Menurut Naslindo, kenaikan angka kemiskinan dirasakan seluruh daerah di Indonesia. Ada dua penyebabnya , yaitu menurunnya pendapatan karena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi dan naiknya harga-harga bahan pangan. Dua hal tersebut memicu kenaikan Angka Garis Kemiskinan di Sumut dari Rp.520.529 di tahun 2020 menjadi Rp.556.437 tahun 2021.
Berbagai program dilakukan Pemprov Sumut untuk meredam laju kemiskinan.Antara lain, bantuan sosial, bantuan ke petani dan nelayan, infrastruktur, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan implementasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Hasilnya Sumut Ranking Peertama penurun angka kemiskinan di Indonesia berdasarkan hasil data Litbang Kemendagri untuk periode September 2020-Maret 2021 (Semester I).
Semester I 2020, turun 0,13 poin. Di periode berikutnya kita turun kembali dari 9,01% di Maret 2021 menjadi 8,49% di September 2021. Mudah-mudahan seiring pulihnya ekonomi kita, angka kemiskinan bisa terus kita tekan,”sebut Naslindo.(Rul)











