PRSU Ke-49 : Dodol dan Gula Merah Andalan Labusel

  • Bagikan
Petugas Pavilun Kabupaten Labusel PRSU siap memberi penjelasan tentang potensi Labusel.(Foto : Istimewa)

Medan I membaranews.com

 

Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) Provinsi Sumatera Utara mengandalkan produk UMKM berupa dodol dan gula merah.

Produk andalan Labusel tersebut dipamerkan di arena PRSU Ke-49 di Komplek Tapian Daya Jl.Gatot Subroto Medan.

Di paviliun Kabupaten Labusel kita bisa melihat produk UMKM gula merah dan dodol serta berbagai anyaman berbahan dasar dari sawit dan turunannya.

Dalam upaya peningkatan produktifitas dan hilirasi kelapa sawit, Pemkab Labusel melakukan berbagai upaya, mulai perluasan areal peremajaan sawit rakyat hingga kemitraan hilirisasi sawit.

Dengan luas wilayah 3.116 km, Labusel memiliki areal perkebunan seluas 131,480.35 ha terdiri dari perkebunan BUMN, swasta dan kebun rakyat.

Tumidak heran bila kelapa sawit menjadi komoditas unggul Kabupaten Labusel diluar karet dan tanaman keras lainnya.

Selain mendorong peremajaan sawit rakyat, Pemkab Labusel terus melakukan upaya hilirisasi sawit serta menggalakkan UMKM melalui program kemitraannya.

PRSU 2023 kita memamerkan gula merah dari sawit dan dodol sawit serta anyaman lampu, piring dan tempat aqua berbahan dasar dari lidi daun kelapa sawit, kripik pisang, rajut batik dan ikan saleh, kata Yayuk Sri Rahayu Analis Perencanaan Anggaran Diskop Perindag Labusel di paviliun Labusel, Sabtu (08/07/2023).

Menurut Yayuk, CPO dari TBS kelapa sawit merupakan bahan baku industri pembuatan minyak goreng, margarin, lilin, sabun, berbagai produk perawatan tubuh dan kecantikan hingga pembuatan biodiesel banyak diproduksi di Uni Eropa.

Kehadiran pohon kelapa sawit di Labusel bagaikan pohon emas memberikan sejuta manfaat. Selain buahnya, umbut dan batang pohon serta lidi maupun daunnya semua dapat bermanfaat.

Sementara pohon sawit memasuki masa pertumbuhan maupun sudah masa replanting /peremajaan menjadi peluang baru bagi masyarakat.

Pemkab Labusel melalui program mitra binaannya menjadikannya sebagai bahan baku untuk industri usaha rumah tangga berupa pembuatan gula merah dari nira dan dodol sawit.

“Batang sawit dapat menghasilkan nira sawit untuk dijadikan gula merah yang memiliki nilai ekonomi”,ujar Yayuk.

Gula merah dari nira sawit memiliki potensi nilai ekonomi yang cukup besar selain untuk membantu biaya hidup atau pendapatan petani selama sawit masih dalam masa belum menghasilkan.

Inovasi usaha pengolahan gula merah dari air nira batang kelapa sawit sudah dilakoni masyarakat Labusel saat dimasa pandemi. Covid-19.

Lebih menarik lagi selain gula merah sawit ini juga ada dodol sawit yang diolah dari umbut sawit yang diharapkan akan menjadi primadona buah tangan atau oleh-oleh khas dari Labusel.

Umbut kelapa sawit merupakan bagian ujung titik tumbuh batang kelapa sawit bertekstur lunak yang akan tumbuh menjadi pelepah dan daun kelapa sawit.

Dodol umbut sawit yang berwarna coklat tua, berkilat dan pekat bertekstur plastis ini menawarkan sensasi berbeda jika dibandingkan dodol lain. Ciri khasnya terletak pada rasa yang manis, gurih dan legit.

Dodol merupakan kudapan khas nusantara yang umumnya dibuat dari tepung ketan sebagai bahan utamanya.

Setiap daerah di Indonesia memiliki dodol khas tersendiri, seperti dodol durian, dodol kentang, dodol ketan hitam, dan yang paling populer adalah dodol khas Garut, tetapi pernah tidak mendengar nama dodol umbut sawit?

Meskipun terdengar aneh bagi kaum awam tetapi ini menjadi camilan terbaru bagi masyarakat Sumatera Utara yang memberikan cita rasa berbeda. (Rul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *