Gerakan Kolaborasi Kunci Sukses Turunkan Angka Stunting Kota Medan

  • Bagikan
Bobby Nasution menyuapi makanan bergizi kepada anak dalam penanganan Stunting Kota Medan.(Foto : Kominfomdn)

 

membaranews.com.(Medan)

 

Gerakan Kolaborasi seluruh pimpinan OPD Pemko Medan menjadi kunci sukses penanganan masalah stunting di Kota Medan. Terbukti dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, penderita stunting yang sebelumnya berjumlah 550 anak menurun menjadi 364 anak.

Saat ini Pemko Medan memiliki program bapak asuh anak stunting tidak hanya melibatkan pimpinan OPD juga melibatkan unsur Forkopimda Kota Medan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan Suryadi Panjaitan menjelaskan, stunting berhubungan erat dengan status sosial ekonomi masyarakat. Stunting tidak begitu saja terjadi tetapi terjadi akibat proses panjang mulai dari remaja, pranikah, menikah hingga memiliki anak.

Kondisi ini dilihat oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution sehingga ada program Kolaborasi bersama dalam mengatasi permasalahan stunting.

” Wali Kota sudah mengingatkan kepada pimpinan OPD harus berkolaborasi menuntaskan masalah stunting bukan hanya satu OPD saja bertanggung jawab.Wali Kota pun menyiapkan anggaran stunting hingga Rp. 198 Milyar di tempatkan di pos OPD masing-masing.

Kepedulian Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Ibu Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu terhadap masalah stunting tentu menjadi berkah bagi Kota Medan karena memiliki pemimpin peduli dengan keadaan masyarakatnya,kata Suryadi.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memiliki tugas sosialisasi dan edukasi serta mendata masyarakat. Sudah ada Pendataan Keluarga 2021 (Pk21) dan pendataan Keluarga 2022 (Pk22). Lalu Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang membantu perbaikan rumah warga layak huni termasuk juga system sanitasinya, Dinas Koperasi dan UKM membantu menghidupkan ekonomi keluarga, Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan bagaimana dapat membantu memperbaiki gizi keluarga.

Pimpinan di Kecamatan turut berinovasi membantu menangani anak stunting di wilayahnya dengan berkolaborasi bersama pihak ketiga seperti pengusaha untuk menjadi bapak asuh.

Bobby membuat program bapak asuh anak stunting. Program ini diapresiasi dan mendapatkan dukungan dari KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo sebagai gebrakan nasional karena baru pertama kali dilakukan di tingkat Kabupaten/Kota.

“Program bapak asuh anak stunting merupakan gebrakan besar Wali Kota Medan karena tidak hanya melibatkan seluruh pimpinan OPD yang menjadi bapak asuh tetapi juga unsur Forkopimda.

Gerakan kolaborasi seperti ini membuat kita mampu menurunkan angka stunting di Kota Medan.

Dengan menyisihkan uang Rp. 500 ribu per bulan untuk enam bulan paling lama satu tahun, saya yakin kita dapat mengatasi masalah stunting,”ujar Suryadi.(Rul)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *