membaranews.com.(Medan)
Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto dan Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf memberi kuliah umum bertajuk Leadership General Lecturer Series di di Auditorium Universitas Sumatera Utara Jumat, (9/9/2022).
Gubernur Lemhanas Asi Widjajanto menyampaikan dalam kuliah umum “Penguatan Pertahanan Global dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sebagai Presidensi G20”.
Rektor USU Muryanto Amin mengatakan, tema tersebut dihadirkan untuk para mahasiswa agar dapat memahami aspek-aspek strategis dalam penguatan pertahanan global serta bagaimana upaya peningkatan ekonomi secara signifikan.
“Implementasinya diharapkan muncul inspirasi dari mahasiswa untuk dapat menyesuaikan kemauan dan aktivitas penyesuaian masa depan mereka terhadap tantangan kedepan ,” ujar Muryanto.
Rektor menjelaskan, sehubungan dengan Presidensi G20 dan Dies Natalis Ke-70, USU menyiapkan banyak diskusi menyambut G20 dan mahasiswa diharapkan memiliki willingness form berkaitan peran dan fungsi Indonesia pada gerakan tersebut.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan materi kuliah umum “Keberagaman dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sebagai Presidensi G20.
Rektor Muryanto Amin menjelaskan, tema tersebut karena Indonesia tidak hanya memiliki keberagaman dalam budaya tetapi juga pada pandangan politik, keagamaan, dan etnik. Karena itu, keberagaman yang hadir dalam kultur berbangsa dan relasi sosial harus dipahami.
“Keberagaman yang hadir dalam kultur berbangsa dan relasi sosial harus dipahami secara bijak dimaknai sebagai kekuatan besar untuk mendukung pembangunan,” kata Rektor.
Rektor berharap, dengan materi keberagaman yang disampaikan menjadi kesempatan bagi mahasiswa USU untuk meningkatkan wawasan keilmuan dan menguatkan paham kebangsaan.
“Kita mengharapkan mampu memberi pemahaman bahwa keberagaman penting untuk bisa memperkuat Indonesia,” ujar Muryanto.
Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto menyampaikan tentang optimisme Indonesia menjadi kekuata ekonomi dunia dengan momentum G20. Kemudian tentang antisipasi kebijakan ekonomi karena Indonesia telah melalui titik-titik kritis dunia seperti pemulihan Covid, konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara Amerika dan China.
Kita optimis ke depan kita berada di momentum yang tepat melompat menjadi kekuatan ekonomi dunia. Karenanya kita harus fokus untuk bisa melakukan adopsi ekonomi biru, ekonomi hijau serta transformasi digital,” sebut Andi.
Menurut Andi , materi Pertahanan Global dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sangat penting diberikan kepada mahasiswa, karena mahasiswa akan memiliki bayangan untuk berkarir dalam 20 tahun ke depan sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi dalam berbagai bidang.
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, ekonomi Indonesia bisa bangkit ketika masyarakat aktif bergerak dan berkonsolidasi mengatasi masalah-masalah besar yang menjadi penghalang keharmonisan.
Ekonomi Indonesia dapat maju bila masyarakat aktif bergerak, sebab pemerintah saja bergerak tidak cukup untuk bisa membawa masyarakat bangkit dari kesulitan-kesulitan ekonomi,” ujar Gus Yahya.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengapresiasi kehadiran Ketua Umum PB NU KH Yahya Staquf Cholil menyampaikan ceramah tentang keberagaman suku dan agama dalam berbangsa dan bernegara yang sangat sangat dibutuhkan masyarakat.
Terlebih Kota Medan merupakan miniaturnya Indonesia karena penduduknya heterogen.
“Kita butuh pemikiran dari ulama seperti Gus Yahya,” ujar Bobby. (Rul)











