membaranews.com (Medan)
Wajar dan Manusiawi ! Itu kata pantas diungkapkan ketika Pemko Medan menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesehatan bagi para pemulung.
Pemulung kesahariannya bergelut dengan sampah baik organik maupun non organik.Tentunya saja ancaman terhadap kesehatan pemulung cukup tinggi dan rentan terkena penyakit.
Para pemulung pun dikumpulkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Kec.Medan Marelan.Mereka diberi penyuluhan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan,Kamis (28/7/2022).
Kadis SKP Syarifuddin Irsan Dongoran mengatakan, pemulung perlu diberi pemahaman pentingnya kesehatan bagi diri mereka.TPA merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak di sumber, pengumpulan, pemindahan, pengolahan dan pembuangan. Selama ini para pemulung ikut serta dalam pengolahan sampah, yaitu memungut benda yang masih dapat dijual.
“Kegiatan pemulung selama di TPA berisiko terkena penyakit, karena pemulung bekerja di tempat kotor.
Jadi kita harus memberi pemahaman bagaimana upaya menjaga kesehatannya,kata Syarifuddin.(Rul)











