membaranews.com.(Medan)
Komitmen Wali Kota Medan Bobby Nasution membenahi pelayanan publik sudah terbukti. Seluruh OPD Pemko Medan diminta Bobby Nasution untuk berinovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Layanan pengaduan Call Center Dinas Pendidikan merupakan salah satu inovasibidang pendidikan. Sejak dibuka kanal pengaduan tersebut ratusan laporan masyarakat masuk tentang Pungli mendominasi laporan.
Seluruh pengaduan masuk ke Call Center 0853 7109 3888 mencapai ratusan langsung direspon Dinas Pendidikan. Bahkan permasalahan seharusnya masuk ranah Provinsi Sumut juga masuk dalam pengaduan.
Laporan tetap direspon Dinas Pendidikan Kota Medan dan diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.
Manfaat dari layanan Call Center Dinas Pendidikan ini dirasakan Muhammad Yusuf, orang tua siswa Kelas VII SMPN 39 Medan Jalan Young Panah Hijau Medan Labuhan.
Kanal aduan sangat bermanfaat dan efektif sebab begitu saya melaporkan Pungli terus ditanggapi dan menyelesaikannya.
Muhammad Yusuf menceritakan awal permasalahan terjadi.Saat itu dirinya mau memindahkan anaknya dari pesantren ke SMPN 39 Medan. Dengan membawa surat keterangan pindah , Yusuf mendatangi SMPN 39 Medan dan bertemu pihak sekolah. Setelah bertemu dan menjelaskan tujuannya, pihak sekolah meminta biaya untuk pemindahan anaknya.
“Pihak sekolah meminta biaya pemindahan Rp 1,5 Juta. Saya merasa kenapa memakai biaya. Namun karena anak saya harus bersekolah, saya tetap mengusahakan dan memberikan uang tersebut setelah terjadinya penawaran menjadi Rp 1 Juta,” ungkap Yusuf. Walaupun Yusuf mengatakan tidak ada uang namun tetap diusahakannya demi sekolah anak.
Berkat saran tetangganya, Yusuf melaporkan oknum staf SMPN 39 Medan ke Call Center Disdik. Tanpa disangkanya, laporan langsung direspon Disdik.
“Saya langsung melaporkan masalah ini ke Call Center Disdik.
Ternyata esok harinya Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas datang SMPN 39 Medan. Yusuf pun diminta datang ke sekolah “Di hari itu juga permasalahan diselesaikan, uang diterima oknum SMPN 39 Medan juga dikembalikan kepada saya,” ungkap Yusuf gembira.
Sekretaris Dinas Kiki Zulfikar mengatakan, ratusan laporan masuk ke call center setiap hari, langsung ditindaklanjuti Disdik. Laporan aduan ada menjadi ranah Pemprov Sumut, da juga ranah Disdik Kabupaten/ Kota. Seperti kemarin, masuk aduan dari warga Kabupaten Asahan namun tetap direspon dan diteruskan ke pihak Disdik Asahan.
“Laporan masuk ke janal aduan ada terkait bantuan PIP, ada seorang siswa SD Nasrani 3 Jalan Turi seharusnya sudah dapat mengurus bantuan PIP tapi terkendala karena tidak ada surat keterangan dari pihak sekolah. Kita tindaklanjuti langsung ke pihak sekolah. “Alhamdulillah, siswa tersebut sudah bisa mengurus bantuan PIP ,” ujar Kiki.(Rul)











